--> Skip to main content
TravelNimble

follow us

Hey Singapore, I am back (Day 1 of 141 on the road)

My adventure is starting! Saya excited sekali. Hari ini saya akan memulai solo trip saya selama kurang lebih tiga sampai lima bulan, tergantung actual budget yang habis nantinya.

Kota pertama yang dituju dalam solo long trip ini adalah Guangzhou, China tetapi karena tiket pesawat lebih murah dari Singapore maka saya harus stop-over di Singapore 1 hari. Kebetulan saya bisa ketemuan dengan teman di Singapore dan membereskan beberapa urusan perbankan yang sudah pending sejak lama.

Penerbangan Jakarta - Singapore sore hari dengan pesawat Lion Air dengan harga tiket IDR 500.000,-. Ke airport naik apa? Tentu saja DAMRI, transportasi yang paling murah. Proses check in di airport lancar-lancar saja. Tetapi malah di imigrasi saya sempat ditanya-tanya lama sekali. Entah karena di paspor saya banyak visa yang belum expired atau bapaknya (Him) kepo.
Him : "Mau kemana?" Padahal udah jelas boarding pass saya ke Singapore.
Me : "Singapore Pak"
Him: "Kapan pulang?"
Me : "Belum tahu Pak, soalnya mau lanjut ke China". Bapaknya bingung gitu, terus membalik-balikkan halaman paspor baru dan lama saya. Sudah cukup sering saya melewati Imigrasi di Soekarno Hatta ini, tetapi baru kali ini saya ditanya-tanya begini.
Him: "Berapa lama di China?" Idih, bapaknya kepo banget.
Me : "Kurang lebih 3 minggu pak"
Him: "Terus balik ke Indonesia"?
Me: "Belum Pak, mau lanjut Rusia". Dia memandang saya tidak percaya dan membalik-balik paspor saya lagi.
Him: "Trus pulang ke Indonesia?" Duh si Bapak, gemes deh.
Me: "Rencana baru balik setelah dua atau tiga bulan Pak" Akhirnya saya berusaha menutup pembicaraan
Him: "Kerja dimana?"
Me: "Baru resign Pak, jadi ga kerja"
Him: "Oh, selamat jalan ya. Jangan lupa pulang". Ini beneran Bapaknya perhatian banget atau heran. Terserah deh, yang penting paspor saya akhirnya distamp dan dibalikin.

Sesuai dengan jadwal, pesawat landing ontime di Changi Airport, Singapore sekitar pukul 20.35 dengan lancar. Di Imigrasi pun aman-aman saja, tidak ada pertanyaan apapun, paspor langsung distamp. Dengan MRT saya menuju hostel saya di daerah Bugis, Bunc Hostel, salah satu hostel favorit saya di Singapore.

Hari sudah beranjak malam saat saya tiba di hostel dan saya tidak ada planning untuk kemana-mana. Jadi menutup hari ini saya membuka laptop dan memutuskan membaca-baca informasi mengenai negara-negara yang menjadi tujuan saya nanti.

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi link tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar