Skip to main content
TravelNimble

follow us

Explore Guangzhou (Day 4 of 141 on the road)

Suara hujan yang deras membangunkan saya, jam di tangan baru menunjukkan pukul tujuh pagi. Tarik selimut, buka feed sosmed, sibuk browsing. Baru sekitar jam 8.30 saya turun ke common room di lantai 1.

Lazy Gaga Youth Hostel ini tidak menyediakan sarapan, tapi mereka menyediakan dapur bagi yang ingin masak-masak. Tetapi saya tidak rekomen karena dapurnya sedikit messy. Kalau saya sih udah well prepared, saya sudah sudah membawa kopi instant dan kemarin malam sudah beli roti di bakery dekat hostel.

Sambil menikmati sarapan sederhana di lantai satu, saya mematangkan itinerary saya hari ini. Untuk menghindari typoon Mangkhut saya putuskan untuk berangkat ke Guilin besok, naik kereta siang. Tiket kereta pun langsung saya book melalui trip.com. Ada biaya booking fee sebesar CNY 20, tetapi saya tidak keberatan daripada harus antri panjang di loket dan mengalami kesulitan dalam pembelian. Tapi eh ternyata, saya salah besar! Saya harus terpaksa me-reschedule tiket kereta Guangzhou-Guilin. Untungnya tidak ada tambahan biaya apa-apa. Ga kebayang kalo aku harus beli tiket baru, bisa-bisa nggak makan satu minggu.

Baca ceritanya disini : Drama pembelian tiket di Guangzhou

Waktu sudah menunjukkan jam 12 saat saya berangkat dari hostel untuk memulai explore tempat wisata di Guangzhou ini. Saya hanya punya waktu sekitar 7 jam di Guangzhou untuk mengunjungi tempat wisata di Guangzhou. Tidak banyak yang bisa saya datangi, tapi saya cukup puas. Penasaran dengan tempat wisata apa saja di Guangzhou yang bisa saya datangi dengan waktu tidak sampai sehari? Nih, baca disini "Kemana saja jika hanya punya waktu kurang dari satu hari di Guangzhou"?

Di Guangzhou kemana-mana saya menggunakan metro dan jalan kaki. Karena saya berpindah-pindah kota, maka saya haya menggunakan one trip ticket yang saya beli setiap akan menggunakan metro. Untungnya sudah ada menu Bahasa Inggrisnya, pembelian pun hampir sama dengan vending machine di negara-negara lain.

Dari hostel saya ke Shamian Island, naik metro turun di Huangsha station exit F, nah dari sini tinggal jalan saja ke Shamian Island, menyebrangi jembatan di atas jalan layang. Menarik untuk mengambil foto dan video. Di seputaran huangsa station tersebut terdapat mall yang cukup besar jika kamu ingin singgah buat makan atau window shopping. Suasananya cukup adem. Tidak lama waktu yang saya habiskan disini. Saya melanjutkan perjalanan ke Beijing Lu dengan metro.

Beijing Lu ini adalah kawasan shopping centre. Hobby belanja? Ini tempat yang harus kamu tuju saat di Guangzhou. Baju-baju yang dijual disini cukup murah, kalau tidak ingat bahwa perjalanan saya masih panjang, ingin rasanya beli-beli. Ya sudahlah, tidak beli baju disini, beli Gong Cha saja kita, salah satu minuman bubble tea popular di China. Dan tempatnya lumayan enak, disediakan kursi di lantai dua, so kita bisa minum Gong Cha sambi people watching dari jendela di lantai dua.

Lagi asyik dengan kamera mengabadikan suasana di Beijing Lu, tiba-tiba di salah spot banyak orang berkerumun. Tidak mau ketinggalan saya pun mengikuti, dan you know what? Ada view di langit yang indah banget.

Dari Beijing Lu ini saya berjalan kaki ke Tianzi Wharf, Pearl River, cuma sekitar 20 menit. Matahari sudah tenggelam saat saya sampai disini, jadi saya tidak bisa menikmati suasana Pearl River di sore hari. Padahal sepertinya bagus juga, apalagi di pinggiran sungai ini, trotoar buat pejalan kakinya cukup lebar dengan pohon pohon yang cukup rindang. Lokasi yang bagus buat jogging, mungkin besok pagi kalau bisa bangun pagi saya ingin jogging disini.

Dari Pearl River ini saya kembali ke Lazy Gaga Hostel dengan metro. Untuk kembali ke Haizhu Square Station dari Tianzi Wharf saya memilih rute yang berbeda dari saat datang. Saya ingin melihat suasana berbeda. Kalau saat datang saya berjalan di pinggiran Pearl River dan jalan utama, kali ini saya berjalan di antara ruko-ruko yang sudah kebanyakan tutup. Mungkin karena sudah jam 21.00 suasana sedikit sepi. Hanya ada satu dua mobil yang sesekali lewat, minim penerangan juga. Awalnya saya ragu ingin melanjutkan rute ini, tapi entah kenapa kaki tetap melangkah, ya sudahlah akhirnya saya lanjutkan.

Mungkin sudah menjadi kebiasaan, mata saya kalau jalan itu pasti jelalatan. Dan kali ini mata saya menemukan "papan public toilet". 'Lihat tidak, lihat tidak' pikiran ini silih berganti datang dan pergi sampai aku sudah melewatinya. Sekitar 1 meter dari papan tersebut kakiku berhenti melangkah, putar 180 derajat dan mengintip keadaan toilet ini, memuaskan rasa penasaranku, benarkah toilet china itu semua jorok?

Dan ternyata tidak. Toilet ini cukup bersih kok, tidak seperti yang saya baca-baca di internet. Okay, rasa penasaran sudah terpuaskan, saya pun melanjutkan perjalanan ke station, menuju ke hostel.

Cukup sudah untuk hari ini, kalau bisa bangun pagi rencananya besok mau jogging di pinggiran sungai Pearl dan singgah sebentar ke Yuxieu Park sebelum berangkat ke Guilin.

Baca juga : Itinerary tiga hari di Guilin

You Might Also Like:

Comment Policy: Tuliskan komentar yang sesuai dengan postingan. Komentar yang berisi link tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar