Skip to main content
TravelNimble

follow us

Informasi Singkat Traveling Ke Jepang

Traveling ke Jepang? Banyak sekali sebenarnya informasi tempat wisata dan informasi umum lainnya yang ingin saya share mengenai negara ini tetapi karena banyaknya saya bingung harus mulai dari mana. Berhubung kali ini, otak saya cuma kepikiran informasi general ini, saya share saja dulu ya. Nanti akan diupdate update lagi.


1. Visa
Bagi yang sudah menggunakan e-passport cukup apply visa-waiver yang berlaku selama 3 tahun dengan masa kunjungan tidak boleh lebih dari 15 hari. Tetapi bagi pemegang paspor regular wajib apply visa. Informasi terupdate per Nov 2019, apply bisa regular dilakukan di VFS Global, sementara untuk visa waiver bisa di VFS global ataupun di kedutaan Jepang. Tidak usah terlau kuati, membuat visa Jepang tidak sesulit yang dibayangkan sepanjang semua persyaratan sudah lengkap dan benar.


Satu hal yang berbeda saat membuat Visa Jepang di kedutaan dibandingkan dengan kedutaaan lain adalah saat antri submit dan mengambil paspor. Jumlah orang yang masuk ke dalam ruang tunggu kedutaan dibatasi sehingga kita terpaksa antri diluar dan akan masuk ke dalam ruangan pengurusan secara bertahap. Kursi yang disediakan untuk menunggu diluar terbatas, jadi bayangkan kalau kamu datang kesiangan dan kebetulan yang apply sedang banyak banyaknya. Hal ini terjadi di akhir Feb sampai dengan awal Maret kemarin, orang bisa antri sampai dengan berjam-jam. Tapi karena sekarang apply visa regular sudah di VFS, kamu sudah tidak perlau mengalami

Baca juga : One day trip ke Kawaguchiko

2. Kapan waktu yang tepat untuk mengunjungi Jepang?
Menurutku mengunjungi Jepang tidak cukup sekali. Di setiap musim, di setiap waktu ada saja hal-hal menarik yang bisa kita nikmati dan tidak akan didapatkan di bulan/musim yang lain. Misalnya Cherry Blossom. Event ini hanya bisa kita nikmati mulai dari akhir Maret sampai dengan minggu kedua April (tergantung lokasinya).

Walaupun mungkin di beberapa kota kita masih bisa melihat di akhir April s/d awal Mei, tetapi perayaan cherry blossom yaitu Hanami, hanya bisa kita rasakan di akhir Maret s/d minggu kedua April tersebut. Di pertengahan April sampai Juni kita bisa mengunjungi Snow Wall di daerah Toyama, bayangkan berjalan di antara dinding-dinding salju yang tingginya sekitar 7 meter. Jadi di setiap musim menarik untuk mengunjungi Jepang.

3. Peoples
Orang Jepang terkenal ramah dan senang menolong. Walaupun mereka tidak terlalu fasih bahasa Inggris, mereka tidak ragu untuk menolong, bahkan kadang-kadang mereka akan mengantarkan kita ke lokasi tujuan walaupun mungkin saja mereka harus melakukan de-tour dari tujuan mereka. Saya beberapa kali mengalami hal ini.

4. Transportasi
Jepang terkenal dengan mahalnya biaya transportasi. Tetapi dengan menggunakan "pass" transportasi yang tepat kita bisa meminimalisasi biaya transportasi tersebut. Seperti di Tokyo, kita bisa menggunakan Metro Pass "24 hours", "48 hours" atau subway pass lainnya. Harga pass ini dimulai dari 700 yen/hari. Bagaimana dengan transportasi antar kotanya? Mau cepat ya naik Shinkansen, tapi ini harganya sangat mahal. Tapi jika kamu berenca traveling dalam 7 hari dan akan sering pindah pindah kota dan tidak ingin naik bus, sebaiknya membeli Japan Railway Pass atau lebih dikenal dengan JR PASS. Mau murah? Ya naik bus.


5. Makanan
Makanan menurutku tidak termasuk mahal khususnya bagi orang-orang sepertiku yang tidak harus makan nasi setiap harinya. Saya membuat anggaran makan 2000 yen/hari untuk 3x makan. Tetapi kenyataannya, biaya makan saya rata-rata hanya 1200 yen/hari. Pagi pagi biasanya saya sarapan roti atau onagiri atau instant ramen, seharga 100-200 Yen. Siang dan malam biasanya bisa menghabiskan sekitar 300-500 Yen. Terkadang karena suka jajan pada saat lagi jalan, jadinya malah tidak lapar saat makan siang dan malam. Sesekali saya juga makan di restoran lokal Jepang dengan harga 800-1300 Yen sekali makan.


6. Penginapan
Selain transportasi, penginapan di Jepang menurutku salah satu pos biaya termahal. Hostel standard yang menurutku baik berkisar dari IDR 250.000 – IDR 400.000. Hostel di Osaka sedikit lebih murah disbanding di Tokyo, masih bisa mendapatkan harga IDR 150.000 – IDR 200.000 untuk kamar sangat sederhana dan kecil. Perlu dicatat untuk jumlah orang yang per kamar harus sama dengan jumlah yang kita booking, jangan seperi saya, sampai di hostel harus bayar tambahan biaya.

Saya membooking 1 kamar private untuk kapasitas 3 orang, terdiri dari 2 bed dan 1 sofa bed karena hargnaya termasuk murah waktu saya kompare dengan kamar sharing lainnya. Saya sangat senang waktu membooking kamar tersebut karena harga yang saya bayarkan secara online termasuk sangat murah apalagi untuk kelas private room. Saya hanya membayar sekitar IDR 500.000.

Tetapi apa yang terjadi? Saat saya check in, dan kamar tersebut akan saya diisi oleh dua orang, mereka meminta tambahan untuk 1 orang lagi karena menurut mereka biaya yang saya bayarkan tersebut adalah untuk 1 orang walaupun kamar yang saya booking adalah kamar private. Dengan kata lain, harga sendiri di private 3 bed lebih murah dibanding jika kita isi 2-3 orang. Kalau seandainya ada kamar lain, mungkin mendingan saya book kamar lain, tapi sayangnya saat hari H, tidak ada kamar yang kosong lagi, mau tidak mau saya harus membayar cash tambahan lagi untuk 1 orang.

Ingin tahu itinerary saya di Jepang kemarin? Baca post Itinerary padat 10 hari di Jepang ini. Tapi jujur, tidak saya sarankan, soalnya terlalu padat dan akhirnya capek.











You Might Also Like:

Newest PostNewest Post
Comment Policy: Tuliskan komentar yang sesuai dengan postingan. Komentar yang berisi link tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar