Skip to main content
TravelNimble

follow us

Bincang Bincang Serius di Kereta Kalambaka Yunani

Sempat sedikit bingung saat saya mencari nomor seat di gerbong kereta yang akan membawa saya kembali ke Athens dari Kalambaka. Gerbong ini terdiri dari beberapa ruangan/kamar tertutup yang didalamnya terdapat sepasang kursi yang disusun berhadapan dengan kapasitas 6 orang.

Ruangan ini hanya diisi oleh tiga orang, yaitu saya, seorang traveler wanita dari India yang berdomisili di Australia dan seorang pria yang lokal Kalambaka yang bekerja di Athens. Tak banyak pembicaraan yang terjadi diantara kami bertiga karena si pria mempunyai bahasa Inggris yang sangat limited sampai seorang pria lokal naik di beberapa stasiun selanjutnya.

Pria yang berumur setengah baya ini sangat talkative dan sepertinya rasa ingin tahunya cukup besar terhadap kami traveler dari luar negara mereka khususnya kami para wanita yang travel sendiri. Pertanyaan demi pertanyaan keluar dari bibirnya. Mulai kami asal kami sampai kenapa kami travel sendiri.

Wanita dari India tersebut mengakui bahwa dia bukan typical yang berani travel sendiri. Dia datang ke Yunani bersama teman-temannya, tetapi teman-temannya sudah pulang ke Australia sedangkan mempunyai jadwal flight yang berbeda karena harus pulang ke India untuk mengunjungi keluarganya. Trip ke Kalambaka ini pun dia membeli paket one day trip dari hotel, jadi semuanya sudah diorganise oleh pihak tour, dia hanya cukup datang di di stasiun kereta di Athens untuk naik kereta ke Kalambaka dan sesampainya di Kalambaka dia sudah dijemput oleh pihak tour.

Jadi saat saya mengatakan bahwa memang traveling sendiri dan bukan hanya di Yunani saja, bahkan tepatnya sudah lebih dari tiga bulan, dia sangat shocked.
Satu pertanyaannya yang sangat membekas adalah kenapa saya baru melakukan trip ini sekarang, di umur yang tidak muda lagi, sudah kepala tiga. Bukankah seharusnya saat ini saya sudah menikah dan punya anak? Apalagi kami adalah wanita Asia.

Bagaimana tanggapanmu dengan pertanyaan seperti itu? Apalagi dari seorang wanita yang baru kamu kenal. Sudah hampir tiga bulan saya melakukan perjalanan, belum pernah ada yang menanyakan hal yang spesifik seperti ini, apalagi sampai-sampai membawa status.

Marah! Ya, seharusnya saya marah saat itu. Bukan hak dia menanyakan kenapa saya belum menikah dan malah traveling. Siapa dia! Tapi saat itu "rasa bangga akan diriku" mengalahkan rasa amarah itu.

"Tidak semua orang cukup beruntung untuk bisa traveling di usia mereka yang muda. Ada prioritas yang harus dilakukan. Ada tanggung jawab yang harus dilakukan. Dan saat semua prioritas itu sudah selesai, ternyata umur sudah kepala tiga dan barulah kesempatan untuk menjalan traveling jangka panjang ini bisa dilakukan. Dan setiap orang berhak untuk menjalankan pilihan mereka masing-masing".

Entahlah apakah ada nada amarah atau nada bangga yang terdengar di telinga mereka, yang saya ingat setelah perbincangan tersebut, komunikasi masih berjalan sampai saat kereta mencapai stasiun kereta Athens.

"Hidupmu adalah pilihanmu, hidupku adalah jalanku"

You Might Also Like:

Comment Policy: Tuliskan komentar yang sesuai dengan postingan. Komentar yang berisi link tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar