Skip to main content
TravelNimble

follow us

Traveling hemat Eropa: Dua Bulan 22 Juta Rupiah

Traveling hemat di Eropa, apa benar bisa? Pasti hal pertama yang terbersit saat mendengar kata "traveling ke Eropa" adalah mahal! Ya, mahal. Khususnya bagi kita orang Indonesia. Bayangkan saja, 1 EURO saja sekarang sebesar IDR 16.600. Belum lagi tiket pesawat pulang pergi ke Eropa. Walaupun sekarang ini sudah semakin banyak tiket-tiket promo ke Eropa dari Indonesia, tetap saja bagi sebagian orang (termasuk saya), harga tiket penerbangan tersebut tetaplah mahal.

Jadi saat saya mempunyai kesempatan traveling selama 5 bulan di tahun 2018 kemarin, Eropa pun menjadi tujuan selanjutnya setelah St. Petersburg, Russia. Dengan begini saya bisa mengirit biaya transportasi/tiket pesawat.

Percaya atau tidak selama 2 bulan di Eropa kemarin saya hanya menghabiskan biaya sekitar IDR 22.243.000 saja. Wow, sangat kecil ya. Dilihat dari durasi waktu, bisa dibilang biaya yang saya keluarkan di Eropa ini hampir sama dengan biaya traveling saya selama 24 hari di China yang menghabiskan sekitar IDR 10.000.000, padahal Eropa jauh lebih mahal dibanding China.

Baca juga : Itinerary 24 hari di China

Penasaran dengan pos-pos biaya yang saya keluarkan? Baca terus hingga akhir ya.

1. Biaya tiket masuk/keluar Eropa - IDR 3.056.000,-
Biaya ini termasuk dengan tiket bus dari St. Petersburg ke Tallin, Estonia; biaya tiket pesawat dari Fes, Maroko ke Marseille, Perancis; dan tiket pesawat dari Paris ke Istanbul, Turkey. Jika dibandingkan dengan tiket promo ke Eropa dari Jakarta yang pada umumnya sekitar IDR 6.500.000, saya bisa menghemat biaya sekitar 50%.

2. Transportasi antar-kota/negara - IDR 4.774.000,-
Selama 2 bulan di Eropa saya mengunjungi 11 negara dan 23 kota. Jadi untuk berpindah-pindah antar kota dan negara tersebut saya hanya menghabiskan biaya sekitar IDR 4.774.000,-. Transportasi yang saya gunakan untuk berpindah-pindah kota adalah kebanyakan bus, karena harganya jauh lebih murah dibanding kereta.

Untuk kota dan negara yang jaraknya terlalu jauh untuk ditempuh dengan bus, budget airlines menjadi pilihan. Bahkan terkadang harga tiket pesawatnya bisa lebih murah dibanding jika harus naik bus. Beberapa rute yang mengharuskan saya untuk naik pesawat adalah Budapest, Hungaria ke Athen, Yunani dan Athens, Yunani ke Roma, Italia.

Tiket pesawat ini saya beli sekitar dua bulan sebelumnya karena jauh lebih murah. Bayangkan saja, tiket saya dari Budapest ke Athens dengan Ryan Air hanya sebesar IDR 300.000 sudah termasuk dengan biaya priority 2 cabin bag.

3. Transportasi lokal - IDR 2.945.000,-
Biaya ini merupakan biaya transportasi lokal seperti tiket bis, metro dan tram di setiap kota yang saya kunjungi, sekitar 62% dari biaya transportasi antar-kota/negara yang saya keluarkan.

Biaya ini juga sudah termasuk biaya transportasi dari airport ke pusat kota. Rata-rata biaya transportasi dari airport ke pusat kota Eropa sekitar 8-10 Euro. Dan saya lebih dari 4x naik pesawat antar negara di Eropa. Dari satu tempat wisata ke tempat lainnya saya lebih banyak jalan kaki. Jadi biaya transportasi lokal ini cukup tinggi karena biaya transportasi dari/ke airport.

Baca juga : Traveling di Eropa dengan bus

4. Biaya penginapan - IDR 6.087.000,-
Biaya ini adalah biaya penginapan saya selama dua bulan di Eropa. Pos ini merupakan pos yang paling tinggi di antara biaya traveling saya selama Eropa. Saya juga sempat di host oleh teman Couchsurfing di Italy, Athens dan Marseile. Sementara di Lyon saya tinggal dengan teman saya kurang lebih 10 hari. Range biaya penginapan saya adalah 10-18 Euro/malam, kecuali di Santorini yang per malamnya 25 Euro (private room) dan juga di Paris yang per malamnya 30 Euro karena masih peak season.


5. Makanan dan Minuman - IDR 4.997.000,-
Tidak teralu mahal untuk 2 bulan di Eropa bukan? Kebanyakan hostel yang saya tinggali menyediakan kopi/teh dan gula walaupun tidak semuanya. Beberapa hostel malah menyediakan roti untuk sarapan. Kalaupun tidak ada, biasanya saya akan belanja groceries di shopping center. Susu, kopi, roti,muesli adalah menu sarapan saya. Untuk makan siang saya cari yang paling murah.

Di Riga misalnya, makan murah di central market, dengan 4 Euro saja kita sudah bisa makan steak daging, salad dan mashed potato. Di Yunani 1 souvlaki seharga 2-3 Euro juga sudah cukup kenyang buat saya. Terkadang saya juga bawa buah atau sandwich untuk makan siang. Atau terkadang beli makanan di convenience store, yang tinggal di hangatin di microwave. Begitu juga makan malam. Kalau tidak malas, saya terkadang masak mie dan spageti.

Kalau malas ya bisa makan roti, muesli. Saya typical orang Indonesia yang tidak harus makan nasi. Pernah sampai 1,5 bulan saya tidak menyentuh nasi sama sekali.

6. Biaya uang masuk tempat wisata - IDR 384.000,-
Kebanyakan tempat wisata yang saya datangi GRATIS makanya biaya untuk pos ini sangat kecil. Wisata berbayar yang saya masuki adalah Acropolis di Athens dan Great Meteora di Kalambaka, Yunani.

Apakah total biaya tersebut masih bisa turun? Kenapa tidak? Khususnya di biaya penginapan. Jika kamu lebih banyak menggunakan couchsurfing, mungkin biaya tersebut bisa turun lebih dari 50%. Atau jika kamu hitchhiking dari satu kota ke kota lain, maka biaya transportasi antar kota/negara bisa turun juga.

Apakah bisa lebih tinggi juga? Tentu saja. Pertama sekali ke Eropa di tahun 2010 kemarin selama 21 hari saya menghabiskan biaya IDR 26 juta, padahal EURO dulu tidak setinggi sekarang.

Kamu traveling ke Eropa mengeluarkan biaya berapa dan berapa lama? Share yuk.

You Might Also Like:

Comment Policy: Tuliskan komentar yang sesuai dengan postingan. Komentar yang berisi link tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar