Skip to main content
TravelNimble

follow us

Traveling di Eropa dengan Bus

Biaya transportasi antarkota merupakan salah satu komponen biaya yang paling menguras budget dalam traveling. Jadi untuk mengirit biaya transportasi ini, selama di Eropa kemarin, saya lebih banyak menggunakan bus dibanding kereta. Harga tiket bus ini jauh lebih murah dibanding harga tiket kereta. Apalagi jika ada promo. Jika promo tiket kereta biasanya kita dapatkan jika membeli tiket jauh hari sebelum keberangkatan, maka tiket promo bus bisa didapatkan H-3 atau bahkan H-1.


Jadi selama di Eropa kemarin saya berkesempatan mencoba beberapa bus antarkota yang berbeda. Jadi, jika kamu berencana traveling ke Eropa dan masih ragu untuk naik bus, semoga pengalaman saya ini bisa membantu.

1. Ecolines
Bus ini adalah bus pertama yang saya naiki dengan rute St Petersburg, Rusia ke Tallinn, Estonia. Menurut saya bus sangat bagus. Sebelum kita naik, petugas akan mengecek tiket dan passport dan memberikan label pada bagasi kita. Kemudian bagasi pun diserahkan ke petugas yang lain dan akan menyusun sesuai dengan tujuan kita, karena sebelum sampai ke Tallinn bus ini akan berhenti di beberapa kota terlebih dahulu.

Kursinya cukup empuk dengan setting 2-2, reclining chair. Terus ada tv di setiap kursi sehingga perjalanan tidak terlalu membosankan. Satu lagi leg kursinya lumayan luas. Dan ada mesin untuk membuat kopi dan teh. Harganya juga tidak terlalu mahal. Selain rute tersebut saya menggunakan ecolines untuk rute Tallinn ke Riga dan Riga ke Vilnius. Sering sering buka website mereka atau install aplikasi Ecolines, karena sering ada promo tiket start dari 5 Euro.


2. Regiojet
Bus ini bus kedua yang saya naiki di Eropa dengan tujuan Vienna - Bratislava dan Cesky Krumlov - Prague. Hampir sama dengan bus Ecolines, petugas akan mengecek tiket dan passport sebelum kita naik. Setelah pengecekan tas diserahkan kepada petugas lain untuk disimpan dalam bagasi bus.

Susunan kursi 2-2, empuk tentunya modelnya reclining. di masing masing kursi terdapat tv sebagai hiburan. Apa yang membuat berbeda dengan Ecolines ? Di regiojet ini ada "pramugari'-nya yang akan menyuguhkan kopi/teh sesuai dengan permintaan kita. Jadi setelah semua penumpang duduk, "pramugari" ini akan berkeliling dan menanyakan ingin minum apa kepada masing masing penumpang. Tapi tawaran ini hanya berlaku sekali, bukan sepanjang perjalanan. Sementara di ecolines, kita bebas untuk mengambil minuman sepanjang perjalanan.

"Pramugari" akan berkeliling juga untuk menawarkan headset. Tapi saya kurang tahu apakah headset ini sifatnya dipinjamkan atau dibeli karena kondisi headset masih dalam bungkus plastik. Saya perhatikan, tidak ada satupun penumpang yang mengambil headset ini. Bus ini sering menawarkan harga promo sekitar 5 Euro, beli langsung di aplikasinya.

3. Flixbus
Bisa dibilang jaringan bus flixbus ini di Eropa cukup luas dan saya yakin rata-rata traveler yang traveling dengan budget murah pernah menggunakan bus ini. Pertama sekali saya menggunakan bus ini dari Warsaw ke Krakow. Berbeda dengan kedua bus yang saya gunakan sebelumnya, flixbus ini menuntut kita lebih mandiri. Masing masing penumpang harus menyusun tas mereka masing masing di bagasi bus. Setelah itu kita naik kedalam bus sambil menunjukkan tiket kita yang akan discan oleh supir bus.

Awalnya saya sempat bingung harus duduk dimana karena di e-tiket saya tidak ada nomor kursi. Lebih bingung lagi saat ada penumpang lain yang meminta penumpang yang lain untuk pindah karena dia menempati kursinya. Setelah saya memperhatikan lebih seksama e-tiket saya, ternyata dijelaskan bahwa saya bisa duduk dimana saja sepanjang saya duduk di kursi dengan status FREE SEAT yaitu dengan label hijau.

Setting-an kursinya 2-2 tetapi space leg nya sempit dibandingkan dengan regiojet dan ecolines. Tidak mendapatkan fasilitas apa-apa. Tidak ada tv, tidak dapat free kopi/teh. Jika kamu membeli tiket dengan memilih nomor seat, biasanya harganya lebih mahal dibanding jika kamu memilih free seat.

4. Centerbus
Bus ini adalah bus lokal di Italy, saya gunakan dari Roma menuju Florence. Sebenarnya harganya tidak jauh beda dengan harga bus Flixbus, tapi saya iseng aja ingin mencoba bus baru.

Setting-an kursinya 2-2 tetapi dibandingkan dengan flixbus, space leg-nya jauh lebih lebar. Sebelum kita naik, petugas akan memeriksa tiket kita tapi tas dibantu untuk disusun di bagasi bus. Kursinya biasa saja, mungkin kalau dibandingkan dengan bus Indonesia seperti kursi bisnis ac.

Diantara semua bus yang pernah saya gunakan di Eropa, Ecolines memiliki rating yang tertinggi dan kemudian regiojet menduduki posisi kedua.





You Might Also Like:

Comment Policy: Tuliskan komentar yang sesuai dengan postingan. Komentar yang berisi link tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar