Skip to main content
TravelNimble

follow us

Enam Jam di Manila: Explore Intramuros

Sebelumnya tidak ada niat untuk traveling ke Filipina, tetapi karena mendapatkan tiket promo dari CebuPacific seharga IDR 600.000 PP, saya pun menginjakkan kaki di negara ini. Pesawat Cebupacific yang kami tumpangi dari Jakarta mendarat di terminal 3 Ninoy International Airport di Manila pukul 06.00 pagi. Landing sangat pagi karena dari Jakarta berangkat pukul 12.30 pagi. Di Manila kami hanya punya waktu sekitar enam jam saja karena penerbangan selanjutnya ke Puerto Princesa pukul 15.40 sore.

Dengan waktu yang terbatas tentunya kami tidak punya banyak pilihan, tetapi mengunjungi Intramuros masih memungkinkan untuk dilakukan. Intramuros merupakan kota tua di dalam benteng. Untuk menuju Intramuros kami naik shuttle bus dari airport (PHP 20). Dari terminal shuttle cukup berjalan kaki saja ke EDSA MRT/LRT station sekitar 5 menit. Di sekitar station banyak pedagang kaki lima (benar benar sama dengan Jakarta).

Dari EDSA station ini kami harus naik LRT line 1 dan turun di Central station (cost PHP 15), tentunya sebelum naik LRT harus beli tiket dulu. Sistem tiket MRT disini masih manual, jadi kita harus antri membeli tiket di ticket office sehingga antrian cukup panjang. Tiket office untuk MRT dan LRT berbeda jadi pastikan mau beli tiket apa dan perhatikan petunjuk arahnya. Karena kalau salah tidak bisa mutar balik karena setiap station jalur masuk dan keluar sudah dibuat terpisah walaupun hanya dibatasi dengan tali.

Dari Central Station, kita cukup berjalan kaki ke lokasi Intramuros (kurang lebih 15-20 menit). Tidak usah takut kalau tersesat, orang lokal sangat helpful.

Baca juga : Liburan seminggu di Filipina: Manila, Puerto Princesa dan El Nido

Begitu memasuki kawasan Intramuros ini, kita seakan masuk ke dunia lain dari kota Manila, bangunan-banguan tua disini masih terawat rapi dan hampir semua bangunan masih dipergunakan. Kawasan ini cukup luas, kalau mau explore semuanya bisa hire trycyle (cost sekitar PHP 200-300,negotiable) dengan lama tour sekitar 30 menit.

Kami memutuskan untuk berjalan sendiri saja karena lokasi bangunan yang kami akan datangi cukup berdekatan sambil menikmati suasana disini. Banyak sekali bangunan - bangunan bersejarah yang bisa kamu kunjungi disini, tetapi karena waktu kami terbatas kami hanya sempat mengunjungi beberapa spot utama saja.

1. Gereja San Agustin (entry fee PHP 100)
Gereja ini merupakan gereja Katolik tertua di Manila yang diakui sebagai salah satu World Heritage Site UNESCO. Sebagai salah satu objek wisata di Intramuros ini, biasanya Gereja ini ramai pengunjung tetapi karena memang bukan holiday season waktu kami kemari suasana Gereja sangat sepi, hanya ada beberapa petugas dan beberapa wisatawan.

Museum gereja terdiri dari beberapa ruangan pameran, seperti patung-patung para santo, lukisan peralatan yang dipergunakan pada acara-acara besar Katolik dan ada juga sebuah ruangan yang membuat kami terpana, ruangan yang berisi nisan-nisan yang dipasang di dinding. Awalnya saya pikir itu adalah nisan-nisan lama, tetapi begitu memperhatikan sekeliling ruangan ternyata ada juga nisan yang masih baru.

Selidik punya selidik ternyata ruangan ini dulu untuk makan biarawan-biarawan namun pada tahun 1932 diubah menjadi mausoleum bagi para biarawan dan keluarga keluarga Filipina. Bagi saya ruangan ini menjadi daya tarik sendiri, karena belum pernah saya menemukan ruangan seperti ini di gereja-gereja yang pernah saya datangi.

Di seberang Gereja ini adalah Casa Manila merupakan tiruan rumah bangsawan Spanyol, karena keterbatasan waktu kami hanya numpang photo diluar saja dan melanjutkan perjalanan ke Manila Cathedral.

2. Manila Cathedral (free entry)
Ruangan misa gereja ini lebih luas dibanding dengan Gereja San Agustin dan kalau menurut saya interior San Agustin lebih indah dibanding Gereja ini.

Tepat disebelah kiri Gereja ada bangunan Palacio de Governor, yang awalnya merupakan tempat kediaman dan kantor Gubernur Jenderal Spanyol, tetapi sekarang beralih fungsi menjadi kantor administrasi Intramuros. Sementara disebelah kanan Cathedral berdiri Plaza de Roma, awalnya tempat ini digunakan untuk atraksi adu banteng dan acara-acara public lainnya tetapi pada tahun 1797 berubah fungsi menjadi taman.

3. Fort Santiago (entry fee PHP 75)
Dari Cathedral kita cukup berjalan kaki saja ke ke Fort Santiago kira kira 20 menit. Komplek benteng ini cukup luas dari gerbang utama kita berjalan sekitar 8-10 menit atau bisa juga naik Kalesa (tapi harganya mahal).

Benteng ini dulunya adalah pusat pertahanan Manila yang dibangun Raja Sulaiman tetapi masih dengan struktur kayu baru pada saat diambil oleh Spanyol, benteng diperkokoh dengan batu. Di benteng ini juga salah satu pahlawan Filipina, Jose Rizal, ditahan dan dieksekusi mati. Di benteng ini terdapat juga penjara bawah tanah yang juga digunakan sebagai tempat penyiksanan tahanan.

Setelah puas di Fort ini, kami melanjutkan perjalanan ke Rizal Park. Dari Fort Santiago kami naik Jeepney (PHP 8) ke arah Luneta (dibantu dua orang lokal Manila yang baik hati yang tujuannya searah). Sebenarnya tujuan utama adalah Manila beach, tapi ternyata dari Rizal Park ini harus berjalan lagi cukup jauh, jadi terpaksa kami batalkan untuk melihat beachnya. Rizal Park sendiri cuma taman biasa dengan monumen Jose Rizal.

Baca juga : Perjalanan panjang menuju El Nido dari Manila

Untuk menghindari macet kami kembali ke airport dengan menggunakan LRT dan shuttle bus. Dari Rizal Park kita berjalan sekitar 15-20 menit United Nation Avenue Station (UN Avenue) yang merupakan station LRT terdekat. Dan untunglah kita sampai di airport tepat waktu sebelum penerbangan ke Puerto Princesa.

Info dan Tips :
1. Transportasi dari airport ke pusat kota Manila :
a. Naik Jeepney => ada beberapa rute Jeepney yang terdapat di airport Manila ini, tapi tidak semua melayani ke pusat kota. Harus melakukan beberapa kali transfer tergantung dengan tujuan, untuk informasi lebih jelas bisa ditanyakan di informasi airport.
Naik Jeepney tidak saya rekomendasikan jika mempunyai banyak barang bawaan tapi jika waktumu banyak dan ingin irit, Jeepney ini bisa dijadikan sebuah pilihan.
b. Naik Shuttle bus airport dari terminal 3 sampai dengan station mrt EDSA dengan biaya sekitar PHP 20 dengan lama perjalan sekitar 30 menit. Station EDSA ini merupakan pemberhentian terakhir dari airpot shuttle ini. Dari station EDSA ini perjalanan bisa dilanjutkan dengan MRT atau LRT ke tujuan masing-masing.

You Might Also Like:

Comment Policy: Tuliskan komentar yang sesuai dengan postingan. Komentar yang berisi link tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar