Skip to main content
TravelNimble

follow us

Pengurusan VISA Trip Lima Bulan Asia, Rusia dan Eropa

Sebagai pemegang paspor Indonesia yang “power”nya nomor kesekian, pasti tahu dong effort kita sebelum pergi traveling ke negara di luar ASEAN? Ya, VISA! Sudah baca dong rencana trip lima bulan saya akan kemana saja? Jadi sebelum berangkat saya harus apply tiga Visa. Visa Rusia sebenarnya bisa saya apply di China tapi ini berarti akan memotong waktu travel di China dan kuatir akan ada kendala bahasa.

Selain VISA, saya juga harus memperpanjang paspor karena passpor saya expired di Maret 2019, sedikit risky kalau saya ngotot menggunakan paspor ini untuk traveling apalagi saya belum tahu tepatnya kapan saya akan pulang ke Indonesia. Visa dulu atau paspor dulu? Terus Visa mana yang harus di-apply dulu? Nah saya akan menguraikannya, berikut alasan dan pertimbangannya.

1. SCHENGEN VISA
Kenapa Schengen Visa menjadi visa yang pertama saya apply? Alasan utama adalah karena tidak ada yang tahu berapa lama expired visa Schengen tersebut akan diberikan. Berapa lama ijin tinggal yang diberikan. Ada yang mendapat ijin tinggal cuma sesuai dengan bookingan tiket pesawat, dengan masa expired 1 bulan. Ada juga yang dikasi 1 bulan dengan masa expired 3 bulan (pada umumnya ini yang diberikan).

Karena saya sudah pernah ke EROPA Barat walau sekitar 8 tahun lalu (ini juga alasannya untuk apply visa Schengen dulu sebelum memperpanjang paspor). Sangat berharap expired visa diberikan minimal 6 bulan dengan lama stay 90 hari. Setelah Visa Schengen keluar, saya baru bisa menetapkan itinerary. Apakah bisa seperti rencana semula. Atau saya harus terbang langsung ke Eropa (option yang harus dipilih kalau expired visa cuma diberikan 3 bulan).

Rencana keberangkatan di awal bulan September, jadi saya hanya punya waktu kurang lebih dua bulan untuk apply ketiga visa tersebut karena Agustus saya ada trip ke Myanmar dan Bangkok dengan teman teman. Jadi targetnya di bulan Agustus ini semua visa dan paspor sudah beres.

Saya baru bisa submit aplikasi di akhir bulan Mei karena awal Mei saya ada trip ke Taiwan. Wah saya baru sadar tahun 2018 sangat penuh dengan trip. Kok bisa apply visa Schengen di akhir Juni kalau berangkat di bulan September ? Bukankah visa hanya bisa diapply tiga bulan sebelumnya? Nggak usah bingung gitu dong, kita kan bisa mengatur bookingan tiket pesawat dan bookingan hotelnya, toh tiket pesawat bukan yang harus statusnya ISSUED kok.

Saya apply visa Schengen dari negara Perancis, jadi submit dokumen-nya melalui VFS Global. Tetapi karena susahnya mendapatkan antrian saya hanya bisa submit dokumen di awal Juni. Sempat deg-degan karena setelah tiga minggu visa saya tidak ada beritanya. Biasanya prosesnya cuma 2-3 minggu. Dan kau tahu berapa lama visa saya keluar? Lima minggu! Memang sih kepotong libur lebaran, terus katanya aplikasi sedang tinggi tingginya dari pertengahan Mei kemarin, mungkin orang orang mengejar libur lebaran kali ya.

2. RENEWAL PASSPOR
Awalnya setelah visa Schengen selesai saya akan apply visa China dan visa Russia. Tapi ternyata khusus Visa China dan Russia, visa di paspor lama akan automatis batal kalau paspor diganti baru. Jadi saya harus ganti paspor baru dulu. Mencari nomor antrian untuk submit paspor sama susahnya dengan mencari antrian visa Schengen. System di applikasi antrian paspor selalu menginformasikan bahwa kantor imigrasi yang saya pilih penuh, padahal semua kantor imigrasi sudah saya coba. Jadi, setelah mendapatkan notifikasi bahwa Visa Schengen sudah diapproved, saya langsung mencari-cari slot yang kosong di aplikasi paspor. Hampir setiap jam saya refresh berharap ada yang cancel.

Jalan saya sepertinya memang dipermulus. Hari kamis sore setelah pengambilan paspor tiba-tiba saya mendapatkan slot untuk hari Kamis minggu depannya di Kantor Pelayanan Publik. Berharap ada yang cancel, Jum’at pagi saya iseng ke Kantor Pelayanan Publik sambil membawa berkas. Tapi sayangnya mereka tidak bisa melayani dan meminta saya untuk kembali sore hari, tapi itupun mereka tidak janji bisa membantu.

Saya butuh yang pasti dan harus lebih cepat dari hari Kamis. Saya mendapatkan informasi baru bahwa Imigrasi Jakarta Pusat bisa menerima pendaftaran dengan WhatsApp (sekarang sudah tidak tersedia) dan lagi lagi saya beruntung. Saya mendapatkan slot untuk hari Senin dan akhirnya renewal passport done.

3. VISA CHINA
Visa Schengen saya diapproved dengan masa expired 6 bulan, lama tinggal 90 hari. Dan ini berarti rute saya sudah confirm, masuk ke Rusia melalui China. Untuk tiket Singapore - Guangzhou, China saya mendapatkan harga yang sangat murah, dibawah satu juta rupiah sehingga langsung saya issue.

Dengan adanya tiket ke China ini saya berpikir akan lebih baik saya apply Visa China dulu karena nantinya tiket ke China ini bisa juga digunakan sebagai lampiran dalam supporting dokumen aplikasi visa Rusia. Dan menurut saya Visa Rusia mungkin akan lebih gampang untuk mendapatkannya setelah ada visa China.

Visa China ini adalah visa termudah yang saya apply, yang penting form-nya sudah benar diisi dan diketik, jangan tulis tangan. Dalam jangka 4 hari Visa langsung disetujui.

4. VISA RUSIA
Menurut saya ini yang paling ribet apalagi di website kedutaan tidak ada informasi yang jelas mengenai hal ini. Ada yang bilang harus seperti A-lah, ada yang bilang seperti B juga bisa. Saya sampai bolak balik tiga kali kesini untuk bertanya (kebetulan saya tinggal tidak jauh dari kedutaan Rusia). Sebelum berangkat ke Myanmar saya ke kedutaan untu submit aplikasi, tapi karena mereka tidak bisa memastikan kalau visa akan keluar 12 hari setelah submit maka dokumen saya tarik lagi karena harus berangkat ke Myanmar. Jadi Visa Rusia disubmit kemudian sepulang dari Bangkok yaitu di pertengahan Agustus. Berarti saya hanya punya waktu 2 minggu sebelum keberangkatan. Kalau visa tidak keluar dalam waktu 2 minggu, saya sudah pasrah kalau tiket ke China harus hangus, untungnya tiket Jakarta ke Singapore belum dibeli. Saya tidak ingin menggunakan proses express karena biayanya dua kali lipat.

Tapi kau tahu? Sampai di kedutaan mereka malah bilang tidak ada form VISA regular yang tersedia. Mereka harus menunggu pengiriman dari negara lain dan menyarnkan saya untuk process secara express atau apply di negara lain seperti Singapore atau China. Saya sih memang akan berangkat dari Singapura, tapi ini terlalu mepet kalau buat di Singapore. Tidak ada pilihan lain. Visa Express jalan satu satunya. Dengan sangat terpaksa saya harus mengeluarkan biaya dua kali lipat untuk visa Rusia ini.

Biarlah yang penting semuanya beres dan saya bisa berangkat sesuai dengan jadwal tiket. Visa Rusia adalah Visa terakhir yang saya apply di Indonesia sebelum berangkat memulai perjalanan ini. Turkey sudah menggunakan e-visa jadi bisa nanti bisa apply dari mana saja.

Mengurus semua visa ini memang tidak gampang, tapi juga tidak sulit banget kok. Selagi persyaratan kita lengkap, kemungkinan besar Visa kita akan disetujui. Bahkan untuk aplikasi visa Schengen, saya tidak melampirkan surat keterangan kerja, karena perusahaan tidak mungkin mau mengeluarkan surat keterangan kerja karena visa yang saya apply adalah untuk bulan yang saya sudah tidak tercatat sebagai karyawan. Terus saya pakai dokumen apa? Detailnya kamu bisa baca di pengurusan visa Schengen tanpa surat keterangan kerja.

You Might Also Like:

Comment Policy: Tuliskan komentar yang sesuai dengan topik postingan. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar