Sang Penolong dalam bus no 20 menuju Irkutsk Bus Station

Setelah selesai dengan urusan uang dan simcard, saya menuju bus stop yang persis berada di depan bandara kedatangan Internasional. Iya, bandara tempat saya keluar pertama sekali saat turun dari penerbangan Beijing ke Irkutsk.
Sudah ada beberapa bus yang ada disini saat saya tiba di halte. Di antara bus tersebut ada bus no 42 yang menurut informasi di Trip Advisor bisa membawa saya ke lokasi bus menuju ke Okhlon. Tetapi berdasarkan informasi dari google map di smartphone saya, bus tersebut tidak menuju ke Irkutsk bus station. Jadi untuk memastikannya saya konfirmasi ke seorang penumpang bahwa benar bus tersebut tidak menuju ke bus station.

Pilihan saya selanjutnya adalah naik bus no 4K yang akan mengantarkan saya langsung ke bus station dengan biaya 15 ruble atau naik bus no 20 ke perhentian terdekat dengan bus station lagi dengan biaya 20 ruble dan jalan sekitar 10 menit ke Irkutsk bus station. Kebetulan saat itu ada bus no 20 di halte, sebelum duduk saya mengkonfirmasi ke supir apakah bus ini akan mengantarkan saya ke tempat tujuan. Menggunakan google translate di smartphone, saya pun mendapatkan kepastian bahwa bus ini akan berhenti di dekat dengan bus station. Walaupun si supir menyampaikan dalam bahasa Rusia ditambah bahasa tubuh, saya cukup mengerti maksudnya.

Bus no 20 ini bentuknya seperti minivan dan saat saya naik, bus ini masih kosong. Agak shock dengan kondisi bus yang saya naiki, karena jauh dari bayangan saya. Saya membayangkan kondisi transportasi di Rusia ini akan bagus bagus karena Rusia merupakan negara maju, tapi bus 20 yang saya naiki ini tampak kucel sekali. Kursinya robek di beberapa tempat dan tampak sudah "berumur". kesan mobil tuanya kerasa banget.

Agar tidak salah turun halte, saya tetap menyalakan google map di smartphone dan meliriknya sekali kali untuk mengetahui lokasi bus. Satu demi satu penumpang memasuki bus di bus stop selanjutnya. Seorang ibu yang baru naik dan duduk di samping saya sepertinya memperhatikan smartphone di tanganku, sehingga dengan bahasa Russia dia menyapa saya dan menanyakan sesuatu. Sepertinya kemana saya mau pergi. Dengan senyuman manis, pastinya manis sekali, soalnya ini pertama kalinya saya ditegur duluan di negara yang orangnya terkenal cuek ini, saya pun mengatakan tujuan saya.

Lalu dia pun berbicara dengan supir bus mengatakan untuk menurunkan saya dengan di halte dekat dengan bus station, menyebutkan nama haltenya, kalau di navigasi smartphone sih tertulisnya “Muzey Dekabristov". Kemudian dia berpaling ke-saya dan lanjut berbicara dengan bahasa Rusia. Sepertinya dia mengatakan bahwa saya harus berhenti di halte X dan habis itu harus jalan kaki. Ia memperagakan tangannya yang berarti "jalan" sambil menambahkan dengan bahasa Inggris “walk….walk” “5 minutes”. Walaupun informasi ini sudah dapatkan, tapi saat ada orang asing yang berniat menolongmu tanpa kau pinta, itu rasanya sesuatu banget.

Lalu di bus stop yang dimaksud ia meminta si supir berhenti dan saya pun turun dari bus. Dengan setengah berdiri dia membantu dengan backpack besar saya, sambil menunjukkan arah jalan yang harus saya tuju “walk madam…walk” “red bus…..bus station”, sepatah patah bahasa Inggris keluar dari mulutnya sambil menunjukkan "red bus" yang dia maksud. Tak lupa saya mengucapkan terima kasih, saya pun memanggul backpack 11kg saya di belakang dan backpack 4kg saya di depan.

Saya turun bus dengan perasaan campur aduk. Rasa senang, lucu dengan expressi mereka tadi di bus dan bahagia karena hari pertama tiba di sebuah negara baru saya sudah merasakan kebaikan dari orang lokal. Tambah senang lagi saat melihat warna warni dedaunan di jalan yang kulalui menuju bus station, sepertinya meluapkan rasa lelah dan kurang tidur. Walau beSgadang di airport Beijing, tak ada lelah yang kurasakan. Sebuah awal yang baik untuk memulai petualangan di negara ini.

Reaksi:
Share this with short URL:

You Might Also Like:

Use parse tool to easy get the text style on disqus comments:
Show Parser Hide Parser