Skip to main content
TravelNimble

follow us

Itinerary tiga hari di Guilin

Walaupun saya berada tiga hari di Guilin, tapi sebenarnya yang efektif cuma 1 hari karena hari pertama dan hari ketiga adalah travel day. Kalau hanya ingin mengunjungi highlight spot wisata di Guilin, dua hari saja cukup untuk explore kota ini. Punya waktu lebih dan ingin stay lebih lama? Kenapa tidak. Kamu jadi bisa punya waktu lebih banyak untuk merasakan local life disini, apalagi kalau kamu bisa bahasa Mandarin.

Saat saya tiba di kota ini, cuaca kurang mendukung. Langit ditutupi awan hitam dan angin juga sangat kencang, sepertinya hal ini dipengaruhi oleh Typoon Mangkhut di Guangzhou sehingga itinerary tiga hari saya di Guilin ini kurang efektif. Bisa dibilang sebenarnya ini adalah itinerary malas, jangan diikuti ya. Tapi bisalah sebagai bahan referensi jika sedang mempersiapkan planning berkunjung ke Guilin.


Hari ke-1
Selain drama tiket di stasiun Guangzhou, perjalanan saya sampai di Guilin berjalan lancar saja. Walaupun awalnya VPN saya sedikit bermasalah, sehingga saya bingung harus turun bis dimana, tetapi saya masih bisa me-manage hal ini.

Saya sampai di hostel sekitar jam empat sore. Masih ada waktu untuk explore kota Guilin ini sebenarnya, tapi karena cuaca agak mendung, tubuh letih dan sedikit malas, ya kamu tidak salah baca, saya malas. Kapan lagi travelling bisa malas? Tentu saja bisa karena waktu traveling saya agak panjang.

Walau malas, tetapi makan tetap perlu dong. Jadi setelah cukup beristirahat, saya pun mencari makanan murah di dekat pasar malam yang tidak jauh dari hostel. Sebenarnya di sekitar hostel saya ini banyak tempat makan tapi sekelas restaurant, harganya diluar budget saya.

Lokasi pasar malam ini sekitar 15 menit jalan kaki dan walaupun sudah sekitar jam 7.30 malam, jalanan masih cukup ramai. Di pasar malam ini terdapat banyak restaurant juga, penjual snack, penjual aksesoris dan lain lain. Bingung juga cari makan disini, soalnya kebanyakan restaurant seafood dan BBQ, kalau sendiri pasti lebih mahal, berdua sepertinya lebih irit. Pasar ini tidak begitu panjang dan barang barang yang dijual tidak begitu menarik, saya cuma explore sekitar 30 menit saja.

Dalam perjalanan pulang ke hostel, di sebuah persimpangan jalan, masih di lokasi pasar malam, saya melihat penjual makanan yang agak ramai. Saat saya dekati, penjual sedang menyiapkan pesanan seorang pembeli dan ternyata dia menjual mie. Karena tampilan menarik, saya pun mengorder 1 porsi dan suprise dengan harganya karena cuma 6 yuan dengan porsi yang lumayan banyak. Pantesan banyak yang makan. Rasanya? Sedikit aneh memang karena ada rasa asamnya, kalau dipikir pikir rasanya mirip seperti rujak serut.


Hari ke-2
Kalau sesuai dengan rencana saya akan ke Yangshuo sore ini, tapi karena saya janjian dengan seorang roommate dari Holland untuk berangkat bareng besok, jadwal pun saya tunda. Karena hari ini dia ikut tour ke Longji Field Rice dan saya kurang tertarik untuk ikut, maka hari ini saya akan berkeliling kota Guilin.

Hari ke-3
Hujan turun dengan derasnya, maka rencana untuk mengexplore kota Guilin sebelum ke Yangshuo pun terpaksa dibatalkan. Jadi setelah check out dari hostel kami pun segera berangkat ke bus terminal dengan public transport yaitu bus. Informasi mengenai Yangshou bisa dibaca di post saya yang ini.

Di dalam kota Guilin sendiri tidak banyak tempat wisatanya, jadi banyak wisatawan yang menjadikan Guilin sebagai basecamp untuk mengunjungi tempat lain seperti Yangshou, Longji Field Rice dan lain lain. Walaupun begitu Guilin worthed buat dikunjungi kok.

Baca juga : Tiga minggu di China dengan budget kurang dari 10juta rupiah



You Might Also Like:

Comment Policy: Tuliskan komentar yang sesuai dengan postingan. Komentar yang berisi link tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar