Itinerary Solo Traveling 2 Minggu di Moroko

Moroko adalah negara Arab yang berada di Africa Utara, juga merupakan salah satu negara yang masuk dalam wishlist-ku. Dan pada traveling jangka panjangku kali ini, saya pun memutuskan untuk memasukkannya ke dalam itinerary. Pada awalnya sempat ragu untuk traveling ke Moroko karena banyaknya negative review, khususnya untuk solo female traveler. Tapi sayang juga rasanya sudah sampai di Eropa tidak ke Moroko karena tiket pesawat dari negara Eropa cukup murah. Belum tentu saya dapat kesempatan seperti ini lagi.

Jadi setelah perjalanan solo traveling saya di China berjalan dengan lancar, saya pun memutuskan untuk membeli tiket ke Marrakesh dari Prague, Czech Republic. Walaupun saya memutuskan untuk pergi, tetap saja saya sedikit deg-degan sehingga hanya untuk traveling di Moroko selama 2 minggu.

Secara singkat itinerary saya selama 2 minggu di Moroko seperti berikut :

1. MARRAKESH - 4H4M
Penerbangan paling murah dari Prague adalah ke kota ini. Marrakesh saya jadikan sebagai entry poin untuk mengikuti Sahara trip juga. Salah satu wishlist yang harus saya lakukan disini adalah Sahara Trip ini. Saya tinggal di Marrakesh 2H2M saat baru landing di Moroko dan 2 malam lagi saat saya kembali dari Sahara Trip. Djemaa el Fna adalah square yang paling menarik untuk dikunjungi dan juga paling ramai.


2. SAHARA TRIP - 3H2M
Rencana awal sharing cost untuk sewa mobil untuk perjalanan ini tapi karena satu dan lain hal rencana ini batal dan saya pun ke Sahara menggunakan travel agent. Sebenarnya lebih menarik kalau traveling sendiri tapi karena saya hanya sendiri, saya tidak punya cukup keberanian walaupun banyak member dari Couchsurfing menawarkan diri menjadi host di Merzouga, salah satu desert yang paling bagus di Moroko.


3. ESSAOUIRA - 2H1M
Saat membuat draff itinerary 2 minggu di Moroko ini saya tidak memasukkan kota ini sebagai tujuan, tetapi Casablanca. Tetapi karena begitu banyak rekomendasi dari traveler lain di hostel dan teman Couchsurfing, saya pun langsung merubah itinerary dan memutuskan ke kota ini. Dan saya senang dengan keputusan saya, karena kota ini menurut saya kota yang sangat menarik untuk dikunjungi.


4. RABAT - 1H
Rencana awal saya akan ke Marrakesh dari Essaouira, dilanjutkan ke Casablanca atau Rabat tapi ternyata ada bus langsung dari Essaouira ke Casablanca/Rabat, udah gitu busnya malam lagi, jadi saya bisa irit hostel 1 malam walaupun saya akan sampai di Rabat dini hari. Saya memutuskan Rabat karena menurut informasi Rabat lebih menarik dari Casablanca. Rencana saya untuk bertemu dengan salah satu teman Couchsurfing terpaksa saya batalkan.


5. CHEFCHAOUEN - 2H2M
Transportasi dari Rabat ke kota ini cukup terbatas, yang reliable adalah CTM, tapi setiap hari jadwalnya hanya 1x yaitu jam 17.00 dan akan sampai di Chefchaouen sekitar jam 20.00. Dari bus terminal Rabat ternyata ada bus local yang melayani rute Rabat - Chefchaouen yang berangkat beberapa kali dalam 1 hari. Saya pun memutuskan untuk mengambil bus ini dengan harapan bisa sampai di kota Chefchaouen lebih cepat sehingga saya tidak perlu naik taxi.

Tapi sayangnya saya membuat pilihan yang salah, saya berangkat jam 14.00 tapi baru baru sampai di Chefchaoen sekitar 20.15. Jadi total perjalanan dengan bus lokal sekitar 6 jam. Untung saja saya cuma membayar 70 dirham untuk bis ini dibandingkan dengan 120 dirham dengan bis CTM. Walau saya rugi di waktu saya masih untuk di cost.


6. FES - 4H3M
Waktu yang cukup panjang di Fes, terlalu panjang mungkin. Tetapi karena kota ini adalah kota terakhir saya di Moroko, saya ingin mengabiskan waktu di sini dengan lebih santai walaupun sebenarnya kota ini kurang menarik menurut saya. Tapi sebenarnya waktu efektif saya di kota ini adalah 2 hari karena hari pertama saya sampai di Fes sore hari dan di hari terakhir pesawat saya berangkat siang.

Jadi, apa pendapat saya tentang Moroko khususnya buat solo female traveler? Untuk wajah asia seperti saya cukup aman karena saya tidak mengalami apa yang dialami oleh beberapa white solo female traveler. Untuk pakaian karena memang udara dingin saya selalu menggunakan pakaian yang tertutup walaupun terkadang saya hanya memakai legging dan celana pendek. Tetapi saya memperhatikan banyak juga turis yang menggunakan baju yang agak terbuka, rok pendek atau terbuka. Mereka cukup confidence.

So far pengalaman saya hanya ada cat calling, guide yang menawarkan bantuan, pedagang yang menawarkan dagangan tapi tidak begitu memaksa. Jadi aman ga sih buat cewek traveling sendiri ke Moroko? Kalo menurut saya aman aman saja tetapi tetap gunakan nalar dan feeling.

Reaksi:
Share this with short URL:

You Might Also Like:

Use parse tool to easy get the text style on disqus comments:
Show Parser Hide Parser