Skip to main content
TravelNimble

follow us

Guangzhou Ariport, Be Kind to Me

Cuaca cerah saat saya landing di bandara Guangzhou. Dengan backpack jumbo dipunggung dan backpack kecil di bagian depan saya mengikuti kerumunan penumpang lain menuju Imigrasi. Sebelum memasuki area imigrasi, kita akan diarahkan untuk melakukan finger scanning. Tidak usah kuatir kalau tidak mengerti bahasa Chinese, karena petugas akan membantu.

Suasana di counter imigrasi ini sangat sepi baik di line pendukuk lokal maupun foreigner, bahkan tidak ada yang mengantri di depan saya. Proses imigrasi pun berjalan sangat lancar, tidak ada pertanyaan apa apa, hanya foto, scan jari lagi dan here you go, kita sudah bisa masuk China legally.

Tidak ingin kejadian di Taiwan berulang, sayapun membeli simcard China di airport seharga Yuan 180, dengan data hanya 2GB, seharusnya cukuplah kalau hanya digunakan untuk google translate dan google map. Penjual simcard sangat gampang ditemukan, tapi tidak begitu dengan ATM. Saya mengalami sedikit kesulitan dalam menemukan mesin ATM di area kedatangan. Informasi dari penjual sim card mengatakan saya harus naik ke lantai dua, tetapi setelah mencari cari di lantai dua yang ternyata merupakan area keberangkatan, saya tidak berhasil menemukannya. Saya kembali menanyakan lokasi ATM kepada counter informasi di lantai 2 dan dengan bahasa Inggris seadanya plus bahasa isyarat, petugas tersebut mengarahkan saya ke-area check-in counter dekat gate 8, tetapi ATM tetap tidak saya temukan walaupun sudah mutar mutar, entahlah mungkin saya salah mengerti direction darinya.

Sedikit frustasi karena lelah, kurang tidur dan beban di punggung, saya turun kembali kebagian informasi di lantai 1 berharap bahasa Inggris mereka akan sedikit lebih mudah dimengerti. Petugas pun menjelaskan bahwa saya harus naik ke lantai 2 di area keberangkatan dengan tambahan beberapa detail informasi sehingga sayapun menemukan ATM bank ABC tidak jauh dari pusat informasi dan tourist informasi di Bandara Guangzhou ini. Sempat mampir ke ruangan ini tetapi saya tidak berhasil mendapatkan apa apa, kecuali selembar map kecil Guangzhou karena mereka tidak bisa bahasa Inggris.

Selanjutnya adalah mencari transportasi ke hostel. Untungnya di bandara ini sudah ada subway jadi ke pusat kota sangat gampang. Kalau sudah terbiasa dengan MRT map dan vending mesinnya, maka penggunanan vending mesin ini sangat gampang. Jangan kuatir dengan bahasa karena mesin vending ini ada English-nya. Satu hal yang harus kamu pastikan sebelum mengantri untuk membeli tiket adalah memastikan bahwa vending mesin tersebut menerima pembayaran cash, karena hampir semua mesin hanya menerima pembayaran melalui Wechat atau Alipay.

Baca juga : Itinerary 24 hari di China

Perjalanan ke pusat kota Guangzhou sekitar 1 jam. Hostel saya, Lazy Gaga Youth Hostel berada di daerah Ximenkou, sangat dekat dengan Ximenkou metro station. So far pengalaman saya di airport di negara yang saya buta dengan bahasanya plus susahnya mengakses internet mengurangi rasa kuatir saya sebagai solo traveler. Semoga perjalanan perjalanan berikutnya di negara ini berjalan dengan lancar juga.

You Might Also Like:

Comment Policy: Tuliskan komentar yang sesuai dengan postingan. Komentar yang berisi link tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar